Minggu, 10 April 2011

Abramovich Timbang Lego Torres



Liputan6.com, London: Telah lama owner Chelsea Roman Abramovich sangat berhasrat membawa Fernando Torres ke Stamford Bridge. Keinginan yang baru terwujud di bursa transfer musim dingin lalu. Tepatnya di hari pamungkas, 31 Januari 2011, The Blues resmi mendapatkan tanda tangan El Nino, panggilan Torres, yang diboyong dari Liverpool dengan fee transfer 50 juta pound, rekor pembelian pemain sepanjang sejarah Chelsea.
Dalam benak Abramovich, Torres dinilai merupakan sosok yang mumpuni untuk mengantarkan Chelsea menjelma menjadi klub terpandang di Inggris maupun di Eropa. Apa daya, ekspektasi yang begitu tinggi justru membuat Torres seperti kehilangan taji. Rapor skuad asuhan Carlo Ancelotti di kancah Liga Premier tetap naik-turun.
Pun demikian halnya dengan kinerja di Liga Champions. Kekalahan 0-1 langsung saat menjamu Manchester United di leg pertama babak perempat final Liga Champions, Rabu (6/4) lalu, kian menambah kekecewaan Abramovich. Pasalnya, lagi-lagi, Torres mandul di depan gawang lawan. Total jenderal, dalam 10 pertandingan yang dilaluinya bersama Chelsea, Torres hanya mampu membuat dua assists.
Buruknya rapor tersebut diklaim membuat Abramovich patah arang dan berniat segera kembali menjual Torres di bursa transfer musim panas mendatang. Saya tahu persis jika sang pemilik klub (Abramovich) sangat kecewa dengan hasil investasinya (pembelian Torres). Bahkan, meskipun baru saja membelinya, boleh jadi sang owner bakal menjual Torres di musim panas, ujar sumber dari dalam tubuh Chelsea.
Sejauh ini, dari 10 partai tersebut, Torres telah tampil selama 648 menit. Debutnya berjalan mengecewakan ketika Chelsea digebuk mantan klub Torres, The Reds, di Stamford Bridge, 6 Februari lalu. Terakhir, di laga menjamu Wigan Athletic, Sabtu (9/4), Torres pun tak mampu mencetak gol saat dirinya dimainkan Ancelotti di babak kedua.
Boleh jadi, pertimbangan Abramovich untuk menjual kembali Torres didasarkan atas pengalaman buruknya membawa mantan bintang AC Milan Andriy Shevchenko ke London pada 28 Mei 2006. Dengan bandrol 30,8 juta pound, rekor tertinggi di kancah Inggris saat itu, Sheva digadang-gadang bakal membuat pasukan Jose Mourinho—manajer Chelsea saat itu—lebih oke dan mampu merebut gelar Liga Champions.
Namun, faktanya, seperti diketahui, intervensi Abramovich membuat hubungannya dengan Mourinho jadi berantakan. Pasalnya, sejak awal Special One menolak kehadiran Shevchenko. Meski terbilang sukses meracik tim saat menangani Porto dan mengantarkan Chelsea dua kali merajai premiership, Mourinho tak sanggup menyatukan Sheva dalam strategi timnya.
Walhasil, The Blues kehilangan gelar domestik di musim 2006-07. Beberapa bulan kemudian, tepatnya September 2007, Mourinho cabut dari Stamford Bridge. Shevchenko pun dibuang kembali ke San Siro Stadium di awal musim 2008-09. Akankah nasib Sheva menular pada Torres(MEG/Daily Mail)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar